Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji hanya milik Allah SWT. Atas rahmat dan kehendak-Nya, kita masih diberi kesempatan untuk terus berikhtiar, berkontribusi, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama. Di tengah dinamika zaman dan tantangan sosial yang terus berkembang, pendidikan tetap menjadi ikhtiar paling fundamental dalam membangun kualitas manusia dan masa depan bangsa.
Pendidikan adalah hak dasar setiap manusia. Ia bukan semata proses transfer ilmu, tetapi jalan untuk memuliakan martabat, membangun karakter, serta membuka harapan. Karena itu, pendidikan berkualitas untuk semua menjadi bagian penting dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Hak ini melekat pada setiap anak, tanpa terkecuali, termasuk anak-anak penyandang disabilitas, khususnya anak-anak tunarungu.
Namun realitas menunjukkan bahwa masih banyak anak tunarungu di Indonesia yang belum memperoleh akses pendidikan yang layak, belum mendapatkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi mereka, serta belum memiliki ruang aman untuk tumbuh, belajar, dan mempersiapkan masa depan secara mandiri. Kesenjangan inilah yang mendorong lahirnya Abata Indonesia.
Abata Indonesia tidak lahir hanya sebagai tempat belajar. Abata dirancang dan ditumbuhkan sebagai rumah besar bagi Tunarungu/Tuli Indonesia sebuah ruang yang memeluk, mendampingi, dan menumbuhkan anak-anak tunarungu secara utuh. Rumah di mana mereka diterima apa adanya, dipahami kebutuhannya, dan dipersiapkan masa depannya dengan penuh martabat.
Sejak dirintis pada tahun 2017, Abata Indonesia berkomitmen menghadirkan model pendidikan terpadu untuk anak tunarungu yang mengintegrasikan:
Pengembangan komunikasi sebagai fondasi utama pembelajaran anak tunarungu
Pendidikan diniyah dan nilai-nilai kepesantrenan, agar anak tunarungu dapat mengenal Allah, memahami Al-Quran, dan bertumbuh secara spiritual
Pendidikan formal akademik, sebagai bekal intelektual dan kesetaraan akses pendidikan
Penguatan keterampilan vokasi dan kemandirian, yang disesuaikan dengan potensi dan keunggulan anak tunarungu
Dengan pengalaman mendampingi anak-anak tunarungu dari berbagai daerah di Indonesia, kami meyakini bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berdaya dan berkontribusi, selama anak-anak diberikan akses pendidikan yang tepat, lingkungan yang aman, serta pendampingan yang berkelanjutan.
Ke depan, Abata Indonesia terus bergerak melampaui perannya sebagai lembaga pendidikan. Kami menata diri sebagai pusat rujukan (resource center) pendidikan tunarungu nasional, yang terbuka untuk kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, akademisi, dan masyarakat luas. Abata Indonesia ingin menjadi bagian dari solusi nasional dalam membangun ekosistem pendidikan inklusif yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Akhir kata, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua, pendidik, donatur, mitra strategis, relawan, serta semua pihak yang telah mempercayakan dan membersamai perjalanan Abata Indonesia. Semoga setiap langkah yang kita tempuh menjadi amal jariyah dan ikhtiar kolektif dalam menghadirkan masa depan yang lebih bermartabat bagi anak-anak tunarungu Indonesia.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Mukhlisin Nuryanta
Direktur Abata Indonesia