Tanya Jawab (Q&A) Abata
Klik pada pertanyaan untuk melihat jawaban
1. Apa itu Abata Indonesia?
Abata Indonesia adalah yayasan pendidikan nasional yang fokus pada pendidikan terpadu untuk anak tunarungu/tuli, menggabungkan pengembangan komunikasi, pendidikan formal, pendidikan pesantren, serta keterampilan vokasi. Abata dirintis sejak 2017 dan berkomitmen menjadi resource center pendidikan tunarungu di Indonesia.
2. Apakah Abata Indonesia hanya sekolah biasa?
Tidak. Abata Indonesia bukan sekadar tempat belajar, abata ingin menjadi rumah besar bagi anak tunarungu. Abata mendampingi anak secara menyeluruh: pendidikan, adab, ibadah, keterampilan hidup, hingga pendampingan pasca-lulus melalui Impact Circle Alumni.
3. Anak dengan kondisi seperti apa yang bisa mendaftar di Abata?
Abata menerima anak tunarungu/tuli (tidak ganda) yang telah memiliki kemandirian dasar, seperti:
- Makan sendiri
- Memakai pakaian sendiri
- Menggunakan toilet secara mandiri
4. Apakah harus masuk dari kelas 1, 7, atau 10?
Tidak harus. Abata menggunakan sistem penempatan berbasis kemampuan, bukan semata usia atau ijazah. Anak dapat masuk di jenjang yang sesuai hasil asesmen.
5. Apakah pendaftaran dibuka setiap tahun?
Pendaftaran di Abata dibuka sepanjang tahun dengan sistem inden. Orang tua dapat menghubungi tim Abata untuk menanyakan ketersediaan kuota, jenjang yang sesuai, dan jadwal asesmen.
6. Kurikulum apa yang digunakan di Abata Indonesia?
Abata menerapkan sistem pendidikan terpadu:
- Pendidikan formal (Standar nasional melalui PKBM)
- Pendidikan pesantren (Adab, ibadah, karakter)
7. Apa itu Metode Abata?
Metode Abata adalah latihan artikulasi, membaca, dan komunikasi yang menggabungkan pendekatan visual fonetic, visual phenix, dan cued speech. Metode ini bersifat individual, adaptif, dan berbasis potensi anak.
8. Apakah setiap anak mendapatkan pendampingan individual?
Ya. Setiap anak mendapatkan terapi metode Abata personal, pendampingan belajar sesuai kebutuhan, dan evaluasi perkembangan berkala.
9. Apakah Abata menyediakan pendidikan keterampilan (vokasi)?
Ya. Program Vokasi bertujuan agar anak memiliki keahlian nyata untuk siap bekerja, berwirausaha, serta mandiri secara sosial dan ekonomi.
10. Bagaimana konsep pesantren di Abata Indonesia?
Pesantren Abata adalah pesantren inklusif di mana anak dibimbing mengenal Allah, beribadah secara sadar, dan berakhlak mulia melalui metode yang dipahami tunarungu.
11. Apakah Abata memiliki legalitas resmi?
Ya. Abata memiliki Izin Operasional Pesantren (Kemenag), Izin PKBM (Disdik), dan Izin LKSA (Dinsos).
12. Dari mana asal siswa/santri Abata?
Santri Abata berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, bukan hanya dari Temanggung atau Jawa Tengah.
13. Bagaimana peran orang tua dalam pendidikan di Abata?
Orang tua adalah mitra utama melalui laporan perkembangan berkala, pendampingan parenting, dan kolaborasi pendidikan rumah-pesantren.
14. Apakah Abata menerima kerja sama CSR/Mitra?
Ya, kami sangat terbuka untuk program CSR perusahaan, kerja sama lembaga pendidikan, pemerintah, dan filantropi untuk dampak sosial berkelanjutan.
15. Apa itu Impact Circle Alumni Abata?
Ini adalah jejaring keluarga besar alumni sebagai rumah advokasi, jejaring karier, dan ruang dukungan. Alumni tidak pernah "lulus dari kepedulian" kami.
16. Bagaimana cara menghubungi Abata Indonesia?
Kunjungi website abataindonesia.id, hubungi WhatsApp resmi kami, atau ikuti media sosial Abata Indonesia.